
Berita Sekolah
29 Maret 2009 | 10:31
Tampil sebanyak :293 Kali
Jumlah Sma Dikurangi
Laporan: M Hendry Ginting Disunting oleh Drs. Safrizal Sabri dari www.rakyatmerdeka.com Jakarta, RMonline. Pemerintah Kurangi Sekolah Umum Pemerintah menargetkan akan membalik persentase sekolah umum dan sekolah kejuruan. Mulai tahun ini, persentase sekolah umum dan sekolah kejuruan yang saat ini 80:20 secara bertahap akan diarahkan menjadi 60:40. "Sekolah harus berorientasi menyiapkan lulusannya terampil sehingga bisa bekerja. Sekolah umum yang tidak menyiapkan siswanya untuk bekerja selama ini cenderung menambah pengangguran," ujar Menakertrans Erman Soeparno di Jakarta , Sabtu (28/3). Ketua Ikatan Alumni Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah ini mengatakan, persentase ideal sekolah umum dan sekolah adalah 20:80. Persentase tersebut kini hanya dimiliki sejumlah negara maju, seperti Singapura dan China. "Di Jepang malah tidak ada sekolah umum di tingkat menengah atas. Semuanya sekolah kejuruan. Hasilnya, semua alumnus sekolah menengah di Jepang sangat siap untuk bekerja atau menciptakan pekerjaan," katanya. Erman mengakui, kebutuhan dana operasional sekolah kejuruan jauh lebih besar dibandingkan sekolah umum. Namun, tingkat penyerapan alumni sekolah kejuruan jauh lebih besar dibandingkan sekolah umum. "Karena itu, anggaran pendidikan harus dimaksimalkan untuk merevitalisasi sekolah kejuruan. Sudah bukan jamannya lagi sekolah output oriented. Sekolah harus job oriented," kata politisi PKB ini. Depnakertrans menawarkan kerjasama pemanfaatan Balai Latihan Kerja di seluruh daerah sebagai tempat bagi siswa sekolah kejuruan untuk mengasah ketrampilan. Dengan demikian, fasilitas BLK dapat dimanfaatkan, sementara siswa memperoleh ketrampilan. [dry]
|
KOMENTAR
" Belum ada komentar "