Seputar Sekolah

Direktori

Agenda Kegiatan

Pengumuman Guru

Guru : Windy Safitra, S.kom
Untuk : 1B2,1B1,1UJP
Ujian KKPI Modul 2

Guru : Drs. Syafri Maaruf, M.si
Untuk : III A2
Ujian Remedial

Guru : Dra. Novriani
Untuk : Jurusan Manajemen Bisnis
Tugas Referensi Sistem

Guru : Hidayati, S.kom
Untuk : guru smkn 2 padang
implementasi thinkquest

Guru : Hidayati, S.kom
Untuk : seluruh siswa smk 2 padang
lomba blog

Guru : Drs. Safrizal Sabri
Untuk : Siswa Kls 1 A1, 1 A2, 1 A3, dan 1 D (TKJ)
Ujian Online KKPI (Spreadsheet)

Guru : Drs. Safrizal Sabri
Untuk : Siswa Kls 1 TI, 1 A1, 1 A2, 1 A3
Ujian Untuk Nilai Internet

Guru : Drs. Safrizal Sabri
Untuk : Siswa Kls 1 TI, 1 A1, 1 A2, 1 A3
Ujian Online Presentasi

[ Selengkapnya ]

Artikel

Web Info

Add to Technorati Favorites Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Page Load

Counter Powered by  RedCounter

Pengunjung

free counters

Berita Sekolah

29 Maret 2009 | 10:31
Tampil sebanyak :293 Kali
Jumlah Sma Dikurangi

Laporan: M Hendry Ginting Disunting oleh Drs. Safrizal Sabri dari www.rakyatmerdeka.com

Jakarta, RMonline. Pemerintah Kurangi Sekolah Umum
Pemerintah menargetkan akan membalik persentase sekolah umum dan sekolah kejuruan. Mulai tahun ini, persentase sekolah umum dan sekolah kejuruan yang saat ini 80:20 secara bertahap akan diarahkan menjadi 60:40.
"Sekolah harus berorientasi menyiapkan lulusannya terampil sehingga bisa bekerja. Sekolah umum yang tidak menyiapkan siswanya untuk bekerja selama ini cenderung menambah pengangguran," ujar Menakertrans Erman Soeparno di Jakarta , Sabtu (28/3).
Ketua Ikatan Alumni Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah ini mengatakan, persentase ideal sekolah umum dan sekolah adalah 20:80. Persentase tersebut kini hanya dimiliki sejumlah negara maju, seperti Singapura dan China.
"Di Jepang malah tidak ada sekolah umum di tingkat menengah atas. Semuanya sekolah kejuruan. Hasilnya, semua alumnus sekolah menengah di Jepang sangat siap untuk bekerja atau menciptakan pekerjaan," katanya.
Erman mengakui, kebutuhan dana operasional sekolah kejuruan jauh lebih besar dibandingkan sekolah umum. Namun, tingkat penyerapan alumni sekolah kejuruan jauh lebih besar dibandingkan sekolah umum.
"Karena itu, anggaran pendidikan harus dimaksimalkan untuk merevitalisasi sekolah kejuruan. Sudah bukan jamannya lagi sekolah output oriented. Sekolah harus job oriented," kata politisi PKB ini.
Depnakertrans menawarkan kerjasama pemanfaatan Balai Latihan Kerja di seluruh daerah sebagai tempat bagi siswa sekolah kejuruan untuk mengasah ketrampilan. Dengan demikian, fasilitas BLK dapat dimanfaatkan, sementara siswa memperoleh ketrampilan. [dry]

iconKOMENTAR

" Belum ada komentar "

IP address anda : 38.107.191.95
Nama Anda *
Email Anda *
Web/ Blog
 
Security Code *
Komentar *
 

Arsip Berita